19 Hal Penghancur Karier

karier

Mungkin Anda perlu waktu tiga bulan, bahkan
setahun lebih untuk mendapatkan pekerjaan
yang cocok.
Celakanya, hanya dalam waktu beberapa hari
atau minggu kita bisa kehilangan pekerjaan tadi.
Lho, kok bisa?
Tentu saja bisa dan itu karena kesalahan yang
Anda lakukan. Tanpa disadari, Anda
menghancurkan karier sendiri.Dipecat mungkin jadi satu kata yang tidak sanggup Anda bayangkan. Apalagi jika Anda sudah bertahun-tahun bekerja di sebuah perusahaan. Terlebih lagi jika Anda merasa tidak melakukan kesalahan apa pun saat bekerja. Namun, di tengah kondisi krisis global seperti sekarang ini, karyawan yang bekerja baik pun mungkin bisa masuk dalam daftar PHK. Karena itulah, ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan, jika ingin tetap berada di perusahaan tersebut.
Berikut hal-hal
yang dapat mematikan karier dalam sekejap.  

1. KETIDAKMAMPUAN
Ketidakmampuan bisa berbuntut panjang.
Penelitian menunjukkan, perusahaan selalu
berpendapat, lebih baik punya pegawai yang
secara konsisten mau belajar menambah
keterampilannya daripada yang hanya berhenti
pada satu kemampuan. Soalnya, pegawai tipe ini
tidak akan berkembang dan cenderung tak mau
bekerja sama.

2. SULIT KERJA TIM
Tidak ada seorang pun yang merasa senang hidup di samping seorang primadona. Perusahaan
pasti akan kesulitan menghadapi karyawannya yang tak mau atau tak mampu bekerja dalam tim.
Jadi, pastikan Anda bisa menjadi anggota tim kerja yang baik dan bisa bertindak sebagai makhluk
sosial yang baik pula.

3. TAK TEPAT WAKTU
Jika pekerjaan harus selesai hari Rabu, misalnya, camkan di benak bahwa hari Kamis tidak akan
pernah ada. Suatu organisasi membutuhkan orang yang dapat bertanggung jawab, dipercaya. Tak
menepati tenggat waktu bukan hanya mencerminkan seseorang yang tidak profesional, tapi juga
berarti merusak bahkan menghancurkan jadwal kerja orang lain. Ujung-ujungnya, bos Anda yang
bakal jadi sorotan. Jika sudah meilik i komitmen, tepati janji, apa pun yang terjadi. Hal ini sangat
penting !

4. MEMANFAATKAN FASILITAS PERUSAHAAN
Fasilitas perusahaan seperti e-mail dan telepon yang ada adalah untuk keperluan bisnis
perusahaan. Gunakan telepon untuk keperluan pribadi sesingkat mungkin dan jangan menerima
pangggilan telepon yang bersifat pribadi dengan waktu bicara yang lama.
Juga jangan pernah menulis e-mail yang tidak ingin dibaca oleh bos karena banyak sistem yang
dapat menyimpan kiriman-kiriman e-mail yang dihapus ke dalam satu berkas. Ingat pada orangorang
yang berjiwa kerdil yang mencari muka pada atasan. Lagipula, memanfaatkan e-mail milik
perusahaan untuk keperluan pribadi, amat tidak diperbolehkan.

5. SOK EKSKLUSIF
Jangan mengisolasi diri atau bertingkah sok eksklusif. Kembangkan diri Anda dan jalin hubungan
dengan rekan sekerja. Orang yang mempunyai jaringan yang efektif, akan memilik i jalur dan
sumber informasi yang akurat sehingga dapat lebih mudah mencapai dan mengerti plotik
organisasi di perusahaan tersebut.
Penelitian membuktikan, para pegawai yang mempunyai jaringan yang luas, umumnya cenderung
menjadi seorang yang dapat bekerja dalam tim, banyak memberi andil pada sukses tim kerja,
memilik i nila i lebih, sehingga bisa lebih cepat mendapat promosi serta kompensasi yang tinggi.

6. MENJALIN ASMARA DI KANTOR
Walaupun Anda dan si dia berada di ruangan atau divisi terpisah, menjalin hubungan asmara di
kantor bukan merupakan pilihan yang baik . Jika kebetulan terlibat percintaan dengan bos, begitu
ada kesempatan promosi, naik jabatan, pasti akan mejadi gunjingan. Minimal, rekan sekerja
mencibir karena anggapan Anda naik posisi gara-gara dekat dengan atasan.
Yang juga tak mengeenakkan, hubungan asmara dengan atasan atau rekan sekerja yang putus di
jalan, bisa membuat hubungan kerja jadi terganggu. Belum lagi harus menghadapi omongan
rekan-rekan sejawat.

7. TAKUT AMBIL RISIKO
Jika Anda tidak percaya pada diri sendiri, maka orang lain pun tidak akan percaya pada Anda.
Bersikaplah untuk dapat mengerjakan sesuatu dan mengambil risiko. Katakan dengan jujur, “saya
belum pernah mengerjakan hal tersebut tapi saya akan berusaha mempelajari bagaimana
caranya.”
Jangan takut gagal atau khawatir membuat kesalahan. Jika keadaan menjadi kacau, segera ubah
dan minta bantuan rekan atau atasan yang lebih jago. Pokoknya, coba untuk belajar pada semua
kesempatan yang ada di setiap situasi. Ingat, lembur karena risiko kerja dapat membuat Anda
menjadi lebih tertantang dan lebih cepat maju.

8. TANPA TUJUAN
Kegagalan bukanlah sesuatu keburukan dalam rangka mencapai suatu tujuan. Yang buruk adaklah
j ika Anda tak punya tujuan untuk mencapai sesuatu. Jadi, susun rencana kegiatan sehari-hari
untuk mencapai tujuan tadi. Percaya atau tidak, 80 persen dari keberhasilan yang diraih
seseorang, 20 persennya datang dari aktivitas yang dilakukannya sesuai dengan tujuan yang ingin
dicapai. Atur mana yang menjadi prioritas dan fokuskan pada pekerjaan tersebut.

9. TERKESAN CEROBOH
Jujur atau tidak, penampilan selalu diperhitungkan. Orang selalu menila i semua penampilan serta
tingkah laku Anda. Dengan kata lain, usahakan untuk tidak berpakaian seenaknya saat pergi ke
kantor atau berpakaian yang tidak selayaknya dikenakan ke kantor. Berlakulah jujur, berbicara dengan bahasa yang baik, sopan, tidak menggunakan bahasa dialek
atau daerah. Bersikaplah sebagai seorang yang kompeten, mempunyai komitmen dan perilaku
yang baik.

10. TAK MENJAGA MULUT
Ruangan kecil, gang, tangga berjalan, bahkan kamar mandi kantor, semua itu bukan milik pribadi
Anda. Berhati-hatilah j ika sedang berbicara di tempat-tempat umum tadi dan perhatikan pada
siapa Anda berbicara.
Jangan bercanda mengenai kepercayaan, suku, rahasia perusahaan, gosip teman sekantor, dan
juga pribadi-pribadi para bos. Semua pembicaraan mengenai hal itu bukanlah sesuatu yang bebas,
tidak gratis, terutama sangat berharga dan amat berarti bagi pekerjaan Anda! ***

11. TIDAK MENJAGA PRESTASI
Misalkan, bos Anda harus mem-PHK beberapa orang. Tentunya ia akan melihat track record Anda selama ini. Nah jika selama ini Anda tidak menjaga prestasi Anda tetap baik, tentu atasan juga akan berpikir beribu kali untuk tetap mempertahankan Anda di perusahaannya. Jadi tetaplah berprestasi dan jaga agar prestasi itu tidak menurun. Karena jika tiba saatnya, kemenangan akan ada di tangan Anda.

12. TIDAK MENAMBAH WAWASAN
Karyawan yang merasa sudah mapan dengan posisinya terkadang menjadi malas untuk menambah wawasan dan pengetahuan di bidang yang dikerjakannya. Padahal dunia terus berputar dan berkembang. Bagaimana mungkin Anda membuat prestasi dengan ilmu yang usang, sedangkan dunia telah berubah? Maka tingkatkanlah wawasan Anda demi kinerja yang lebih cemerlang.

13. TIDAK BERKONTRIBUSI
Bisnis dan pekerjaan adalah soal tanggung jawab. Jadi jika Anda tidak banyak berkontribusi terhadap pekerjaan yang tim Anda lakukan, maka jangan harap kalau karier akan meningkat. Anda harus jadi orang yang “menghasilkan” bagi perusahaan, maka perusahaan akan memberikan reward kepada Anda.

14. SELALU BERPIKIR EFISIEN
Efektif tidak sama dengan efisien. Contohnya, karena perkembangan teknologi, orang-orang lebih senang untuk berkomunikasi via e-mail daripada menelpon langsung. Padahal dengan berbicara langsung atau bertatap muka, hubungan kedekatan dengan klien bisa terwujud. Satu yang harus Anda ingat ialah, kedekatan hubungan yang nyata tidak bisa dibangun lewat e-mail, SMS, atau chatting.

15. MERASA TAHU SEMUA JAWABAN
Kekuasaan bisa didapat dengan pengetahuan. Namun, jika Anda merasa sudah tahu semua hal, bisa menjawab semua pertanyaan, maka Anda bisa terjebak dalam rasa jumawa dan enggan untuk mempelajari hal-hal baru. Padahal, untuk bisa tetap bertahan dalam dunia kerja, seseorang harus mengetahui kondisi dan tren yang sedang berlaku di bidang yang digelutinya. Kuncinya, terbuka pada semua ide dan gagasan baru.

16. ONE MAN SHOW
Jangan pernah merasa Anda bisa mengerjakan segalanya. Jika pekerjaan tersebut lebih baik dikerjakan orang lain atau hasil kerja tersebut adalah kerja tim, jujurlah pada atasan bahwa hasil kerja yang cemerlang tersebut adalah hasil kerja tim. Beri pujian pada rekan kerja yang lain dan jangan merasa jumawa atas kerja Anda.

17. TIDAK MENYEBARLUASKAN PRESTASI
Bos Anda mungkin tidak selalu mengecek atau mengetahui prestasi dari masing-masing karyawannya. Maka katakanlah atau biarkan bos dan rekan kerja Anda tahu tentang prestasi yang telah Anda lakukan. Tentunya dengan jalan yang benar dan tidak terlihat “menjilat”. Tapi hati-hati, jangan karena Anda ingin agar bos tahu prestasi Anda, maka Anda membual tentang prestasi yang tidak pernah Anda lakukan.

18. TIDAK MAU BERTANYA
Dalam dunia kerja, banyak bertanya menjadi satu tanda bahwa Anda selalu terbuka terhadap gagasan, ide, atau saran dari atasan atau rekan kerja. Cobalah bertanya tentang kinerja Anda di kantor, apa yang menjadi kekurangan dan bagaimana solusinya. Dengan terbuka pada pendapat orang lain, Anda akan mendapat respek dari atasan dan rekan kerja.

19. MELEBIH-LEBIHKAN KEMAMPUAN
Orang yang senang membuat dan membanggakan semua hal yang telah dilakukannya akan membuat atasan dan rekan kerja menganggap bahwa karyawan tersebut tidak menghargai kerja tim. Maka jangan pernah membanggakan diri sendiri dengan menghiraukan kerja orang lain. Apalagi membanggakan diri dengan menjatuhkan orang lain.

By R_Andhika 2009 diolah dari berbagai sumber

Satu Balasan ke 19 Hal Penghancur Karier

  1. ilham mengatakan:

    artikel yang bermanfaat, aku dah baca semuanya, semoga kita menjadi karyawan dengan pribadi yang profesional, mampu bekerja tim, berwawasan luas dan terampil dalam mengerjakan semua tugas-tugas dengan presentasi yang sempurna.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: